Lewati ke konten utama
Catatan Ta'aruf

Liputan

Malam Puncak MASTA MABA UMKT 2026: Penutup Rangkaian

Catatan malam puncak MASTA MABA UMKT 2026: penghargaan untuk fakultas, band dosen, pesan rektor, bintang tamu, dan foto terakhir bersama kelompok.

Oleh Syafaruddin3 menit baca
Ribuan mahasiswa baru berjas almamater biru duduk lesehan memenuhi lapangan kampus pada malam hari, dengan gedung perkuliahan berlampu di belakang mereka

Pagi harinya kami pulang jam sebelas. Malamnya kembali lagi ke kampus, dan kali ini untuk yang terakhir.

Malam puncak dimulai pukul tujuh malam. Setelah tiga pekan berisi sesi daring, materi dua belas jam, dan pagi yang penuh atraksi, rangkaian MASTA 2026 ditutup di sini.

Dibuka dengan tari dan tapak suci#

Pembukaannya menyambung apa yang sudah tampil pagi tadi: penampilan tari, lalu peragaan tapak suci.

Menonton peragaan bela diri di bawah lampu panggung malam terasa berbeda dibanding melihatnya di stan waktu siang. Bagian ini bekerja bukan karena megah, tapi karena menandai bahwa acaranya benar-benar dimulai.

Penghargaan untuk fakultas#

Bagian yang tidak saya duga akan seramai itu: pemberian penghargaan untuk fakultas, kategori seperti fakultas teraktif, fakultas berprestasi, dan beberapa lainnya.

Yang menarik bukan penghargaannya, melainkan reaksinya. Tiap kali satu nama fakultas disebut, satu blok kerumunan meledak sekaligus. Setelah tiga pekan kegiatan yang sebagian besar dijalani per fakultas, ternyata rasa memiliki itu sudah terbentuk tanpa disadari.

Saya masuk MASTA sebagai orang yang tidak tahu apa-apa soal fakultas sendiri. Malam itu saya ikut bersorak.

Band SUNTA dan band dosen#

Setelah bagian resmi, giliran hiburan. Dua penampilan band: satu dari SUNTA, unit seni tari dan musik yang stannya saya datangi pagi tadi, dan satu lagi band dosen.

Bagian band dosen ini yang paling ramai ditonton. Ada sesuatu yang berbeda saat melihat orang yang beberapa hari lagi akan mengajarmu di kelas berdiri di panggung memegang gitar.

Penampilan band di panggung malam puncak: vokalis memegang mikrofon, gitaris dan pemain keyboard di belakangnya, dengan spanduk penutupan MASTA sebagai latar dan penonton menyiluet di depan
Panggung malam puncak saat sesi band berlangsung.

Pesan dari rektor#

Sesi pesan dari Rektor UMKT jadi bagian resmi terakhir malam itu.

Saya tidak akan mengutip persis karena tidak mencatatnya kata per kata. Tapi intinya menyambung apa yang sudah disampaikan berkali-kali sepanjang rangkaian: kuliah itu tanggung jawab sendiri, dan kampus menyediakan jalannya, bukan menuntunnya.

Rektor berdiri di podium panggung malam puncak menyampaikan pesan penutup, dengan spanduk penutupan MASTA dan jajaran tamu undangan yang duduk di belakangnya
Pesan penutup dari rektor.

Bintang tamu#

Puncak hiburannya: Yono Bakhrie mengisi sesi malam.

Lapangan yang seharian dipakai untuk hal-hal serius berubah total. Semua tertawa, dan untuk pertama kalinya sepanjang rangkaian tidak ada seorang pun yang terlihat mengantuk. Ini keputusan panitia yang menurut saya tepat, menutup tiga pekan kegiatan dengan sesuatu yang benar-benar dinikmati semua orang, bukan dengan sambutan lagi.

Bintang tamu berjas biru memegang mikrofon di panggung malam puncak di bawah lampu sorot biru, dengan penonton menyiluet dan sebagian merekam dengan ponsel
Sesi bintang tamu, bagian paling ramai malam itu.

Dua lagu terakhir, lalu selesai#

Sebagai tambahan di penghujung acara, SUNTA kembali naik membawakan dua lagu penutup. Setelah itu rangkaian MASTA MABA UMKT 2026 resmi selesai.

Dan hal terakhir yang saya lakukan malam itu bukan mendengarkan sambutan atau mencatat apa pun, melainkan berfoto bersama kelompok saya.

Sekitar tiga puluh lima mahasiswa baru berjas almamater biru berfoto bersama sambil mengepalkan tangan pada malam hari, di depan gedung bertuliskan Gedung H. Juanda FT dan FKIP
Foto terakhir, bersama kelompok.

Yang saya bawa pulang#

Tiga pekan sebelumnya, orang-orang di foto itu masih orang asing yang duduk di sebelah saya di ruangan yang sama.

Itu, kalau dipikir ulang, memang persis yang dijanjikan namanya. Ta'aruf, saling mengenal. Bukan materi yang disampaikan, bukan presensi yang dicatat, tapi kenyataan bahwa di akhir rangkaian ada sekelompok orang yang mau berdiri bersamamu di depan kamera.

Apa yang saya pikirkan soal itu saya tulis terpisah di Nilai Ta'aruf. Untuk acara paginya, ada catatan UKM Expo. Dan seluruh rangkaiannya, dari 6 sampai 28 Agustus, terkumpul di jadwal MASTA UMKT 2026.

Tulisan di halaman ini karya asli Syafaruddin. Semua foto diambil sendiri di lapangan; yang berupa ilustrasi diberi label tepat di bawah gambarnya. Blog ini catatan pribadi mahasiswa dan bukan kanal resmi universitas: ketentuan yang mengikat selalu yang tertulis di kanal resmi.

Baca juga