Lewati ke konten utama
Catatan Ta'aruf

Liputan

Mengenal UKM di UMKT: Catatan dari UKM Expo MASTA 2026

Dokumentasi UKM Expo MASTA MABA UMKT 2026: atraksi pembuka di lapangan utama, sepuluh unit kegiatan mahasiswa yang membuka stan, dan cara memilih tanpa menyesal.

Oleh Syafaruddin5 menit baca
Selasar gedung kampus yang dipenuhi deretan stan unit kegiatan mahasiswa saat UKM Expo, dengan mahasiswa berjalan dan berkerumun di antara stan

Setelah tiga pekan berisi materi, sesi terakhir dibuka dengan hal yang sama sekali berbeda: orang berteriak dari atas dinding panjat, tali membentang antar-gedung, dan bendera sebesar setengah lapangan.

UKM Expo adalah bagian MASTA yang paling tidak terasa seperti kegiatan wajib. Tidak ada presensi yang bikin tegang, tidak ada materi yang harus dicatat, hanya deretan stan, suara yang saling menimpa, dan orang-orang yang benar-benar ingin kamu bergabung.

Pagi di lapangan utama#

Dimulai pukul setengah tujuh, dengan pola yang sudah hafal di luar kepala: berkumpul dulu, lalu berjalan bersama-sama, kali ini dari Gedung D menuju lapangan utama.

Acaranya dibuka berurutan: sambutan pembuka, penampilan tari, lalu giliran sponsor. Setelah itu masuk ke bagian yang sebenarnya jadi inti pagi itu, perkenalan unit kegiatan mahasiswa satu per satu, lengkap dengan pameran penghargaan yang pernah mereka raih.

Bagian pameran penghargaan ini yang membuat saya berubah pikiran soal UKM. Sebelumnya saya membayangkan kegiatan sampingan pengisi waktu luang. Melihat deretan pialanya, jelas ini bukan itu.

Panggung utama beratap tenda kain putih dengan spanduk besar bertuliskan Penutupan Puncak Masa Ta'aruf Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, tanggal 28 Agustus 2026, dikelilingi logo sponsor dan sofa kosong
Panggung utama pagi itu. Spanduk penutupan sudah terpasang sejak pagi, padahal acaranya baru malam nanti.

Tiga atraksi yang membuat kepala mendongak#

Bagian ini yang paling tidak saya duga ada di acara orientasi.

MAPALA mengibarkan banner sambil memanjat. Bukan dipasang dari bawah, banner-nya dibentangkan sambil naik. Praktis semua orang berhenti mengobrol dan mendongak.

Atraksi tali antar-gedung. Seseorang meluncur dari Gedung F ke Gedung G, melintas di atas kepala kerumunan. Berlangsung beberapa detik, dan jadi bahan obrolan sepanjang sisa pagi.

Pengibaran bendera Merah Putih raksasa, ukurannya kira-kira setengah lapangan utama. Butuh banyak orang untuk membentangkannya, dan hasilnya memang sepadan.

Dua dari tiga sempat saya foto. Atraksi tali antar-gedung lewat terlalu cepat, dan saya terlanjur ikut mendongak.

Dua anggota MAPALA berhelm oranye menuruni dinding gedung dengan tali sambil membentangkan spanduk bertuliskan Mapala UMKT mengucapkan Selamat Datang mahasiswa baru
MAPALA membentangkan spanduk selamat datang sambil menuruni dinding gedung.
Bendera Merah Putih berukuran raksasa dibentangkan mendatar di lapangan kampus, dikelilingi ratusan mahasiswa yang memegang tepinya, difoto dari atas
Bendera Merah Putih seukuran setengah lapangan utama.

Sepuluh stan yang saya datangi#

Setelah acara panggung, peserta dibebaskan berkeliling. Sepuluh stan yang sempat saya kunjungi dan dokumentasikan:

Unit kegiatanBidang
Futsal & Sepak Bolaolahraga
Badmintonolahraga
Basketolahraga
Esportolahraga elektronik
MAPALA, Mahasiswa Pencinta Alamalam & petualangan
SUNTA, Seni Tari dan Musikseni pertunjukan
BEC, Bahana Enggang Choirpaduan suara
MIK, Media Indie Kampusmedia & jurnalistik
Tapak Sucibela diri
KSPMS, Kelompok Studi Pasar Modal Syariahstudi & keilmuan

Sebarannya cukup lebar: olahraga, seni, bela diri, media, sampai kelompok studi pasar modal. Artinya kalau kamu merasa "tidak ada yang cocok", besar kemungkinan kamu belum keliling sampai habis.

Stan MAPALA UMKT dengan spanduk bertuliskan Mapala UMKT Tangguh Jaya Lestari, dikelilingi tas gunung, helm panjat oranye, tali, pelampung, dan pengurus yang duduk di meja
Stan MAPALA, salah satu yang paling niat dekorasinya.

Beberapa stan menampilkan perlengkapan yang benar-benar mereka pakai, bukan sekadar spanduk dan formulir. Di stan MAPALA ada tas gunung, tali, dan helm panjat; di stan seni ada satu set alat musik lengkap yang dipakai bermain langsung.

Yang paling seru justru di stan#

Kalau ada satu bagian dari seluruh rangkaian MASTA yang benar-benar saya nikmati, itu bagian ini.

Berkeliling stan ternyata bukan sekadar mendengar penjelasan. Kakak-kakak tingkat mengajak ngobrol, mengajak bernyanyi, mengajak menari, pokoknya diajak aktif, bukan didudukkan dan diceramahi. Setelah tiga pekan sesi yang sebagian besar berupa materi, perbedaannya terasa sekali.

Saat suasana mulai sepi, saya minta izin memotret stan mereka. Bukannya keberatan, kakak-kakaknya justru mendukung dan ikut berpose. Saya sempat mengucapkan terima kasih berkali-kali, dokumentasi di blog ini sebagian besar ada karena mereka mengizinkan.

Pengurus UKM Badminton UMKT berpose di depan stan mereka, dengan spanduk bertuliskan Satu Raket Seribu Teman Satu Tujuan Juara Bersama, piala, dan tabung kok di atas meja
Stan UKM Badminton. Difoto setelah minta izin, dan mereka justru ikut berpose.

Pukul sebelas siang acara pagi selesai dan peserta boleh pulang, sebelum kembali lagi malamnya untuk malam puncak.

Kenapa saya tidak mendaftar satu pun#

Jujur saja: sampai selesai berkeliling, tidak ada yang benar-benar menarik minat saya untuk bergabung. Karena itu saya juga tidak melakukan wawancara serius ke satu pun stan, rasanya tidak pantas bertanya panjang lebar kalau memang tidak berniat mendaftar.

Saya tulis ini apa adanya karena menurut saya itu jawaban yang sah. Tidak setiap mahasiswa baru harus pulang dari UKM Expo dengan satu organisasi di tangan. Yang lebih buruk justru mendaftar karena sedang terbawa suasana, lalu menghilang tiga minggu kemudian, merepotkan pengurusnya, dan tidak memberi apa-apa untukmu.

Pendaftaran UKM juga tidak tertutup selamanya setelah Expo. Kalau nanti ada yang cocok, jalurnya masih ada.

Pertanyaan yang layak diajukan di setiap stan#

Kalau kamu memang berniat bergabung, empat pertanyaan ini membedakan jawaban brosur dari jawaban jujur:

  1. "Latihannya kapan, dan berapa jam per minggu?" Jawaban yang mengambang di sini biasanya pertanda kegiatannya juga mengambang.
  2. "Anggota baru tahun lalu berapa yang masih aktif sekarang?" Pertanyaan paling tidak nyaman, dan paling banyak memberi informasi.
  3. "Ada biaya yang harus saya siapkan?" Lebih baik tahu sekarang.
  4. "Kalau saya sibuk di semester tertentu, bagaimana?" Cara cepat mengukur apakah organisasinya realistis atau menuntut.

Cara memilih tanpa menyesal#

Tiga saringan sederhana:

  • Jadwalnya masuk akal dengan jadwal kuliahmu. Semangat kalah oleh bentrok jadwal, setiap kali.
  • Kamu menikmati kegiatannya, bukan hanya menyukai idenya. Suka gagasan "menjadi anak pers kampus" berbeda dengan suka menulis dan mengejar tenggat.
  • Ada orang di sana yang membuatmu ingin kembali. Ini yang paling menentukan, dan paling sering diabaikan.

Rangkaian lengkap MASTA beserta tanggalnya ada di jadwal MASTA UMKT 2026. Untuk persiapan dari awal, mulai dari panduan MASTA MABA UMKT 2026.

Tulisan di halaman ini karya asli Syafaruddin. Semua foto diambil sendiri di lapangan; yang berupa ilustrasi diberi label tepat di bawah gambarnya. Blog ini catatan pribadi mahasiswa dan bukan kanal resmi universitas: ketentuan yang mengikat selalu yang tertulis di kanal resmi.

Baca juga